Timnas Indonesia kembali menorehkan hasil gemilang di hadapan pendukungnya sendiri usai menaklukkan Singapura dengan skor meyakinkan 2-0. Duel bergengsi ajang FIFA ASEAN Cup 2026 tersebut dilangsungkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, pada Jumat (25/6/2026) malam.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Kemenangan skuad Garuda dipastikan melalui aksi gemilang Ragnar Oratmangoen di babak pertama serta eksekusi penalti matang dari Ole Romeny. Hasil positif ini tidak hanya mengamankan tiga poin penuh di kandang, tetapi juga memperpanjang catatan apik pertahanan dengan menorehkan clean sheet.
Merespons hasil positif tersebut, mantan pemain bintang sekaligus legenda Persija Jakarta, Luciano Leandro, melayangkan pujian sekaligus kritik membangun. Melalui akun Instagram pribadinya, ia menilai bahwa kemenangan ini adalah modal berharga, namun masih menyisakan sejumlah catatan evaluasi bagi sang pelatih.
"Menang 2-0, tapi masih ada yang harus diperbaiki," tulis Luciano Leandro dikutip dari akun media sosial pribadinya, menyoroti performa keseluruhan skuad Garuda dalam laga tersebut.
Berdasarkan analisis awak media, pengamat sepak bola melihat bahwa kemenangan ini menjadi titik balik penting setelah sebelumnya Indonesia sempat ditahan imbang 1-1 oleh lawan yang sama pada Agustus lalu. Respons taktik yang ditunjukkan anak asuh John Herdman dinilai jauh lebih agresif dan efektif dalam menguasai jalannya laga sejak menit awal.
Lebih lanjut, Luciano merinci beberapa poin positif dari penampilan timnas, di antaranya inisiatif menyerang yang diambil sejak awal pertandingan. Gol pembuka dari Ragnar Oratmangoen dianggap memberikan keuntungan psikologis yang besar, ditambah ketajaman Ole Romeny yang kembali terbukti lewat gol penaltinya.
Kendati demikian, evaluasi mendalam tetap diperlukan agar performa Garuda semakin matang menghadapi laga-laga krusial berikutnya di turnamen ini. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, konsistensi lini tengah dan ketajaman penyelesaian akhir masih menjadi PR utama bagi jajaran pelatih.