Peristiwa kebakaran yang menghanguskan dua unit kios di Pasar Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat, baru-baru ini menyita perhatian publik dan pihak pengelola. Insiden yang terjadi pada Minggu malam tersebut langsung memicu desakan kuat untuk segera merealisasikan rencana pembaruan fisik pasar tradisional yang telah berdiri sejak puluhan tahun silam.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan resmi dari Perumda Pasar Jaya kepada pihak kepolisian, api pertama kali diketahui muncul sekitar pukul 21.35 WIB oleh petugas keamanan yang sedang berpatroli. Berkat kesigapan petugas bersama para pedagang di lokasi yang menggunakan alat pemadam api ringan, si jago merah berhasil dipadamkan sebelum merembet ke area kios lainnya.
Manager Komunikasi Korporasi dan Protokoler Perumda Pasar Jaya, Topik Hidayatulloh, menyatakan bahwa insiden tersebut menegaskan pentingnya peremajaan infrastruktur pasar. "Peristiwa ini semakin memperkuat urgensi rencana revitalisasi menyeluruh guna menghadirkan infrastruktur pasar yang lebih aman, modern, dan layak bagi seluruh pihak," ungkapnya.
Dari hasil peninjauan awal dan laporan yang dilayangkan ke Polsek Kemayoran, dipastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Kendati demikian, aparat kepolisian masih terus mendalami penyelidikan guna mengetahui secara pasti penyebab munculnya titik api di area pertokoan tersebut.
Menanggapi insiden ini, tim redaksi menilai bahwa langkah revitalisasi Pasar Serdang sudah sangat mendesak demi meminimalisir risiko keselamatan kerja para pedagang. Pasar yang awalnya dibangun untuk menampung relokasi pedagang kaki lima dari Jalan Bendungan Jago itu kini membutuhkan transformasi total agar mampu bersaing dan memberikan kenyamanan optimal.