Sebanyak 22 rumah kontrakan di kawasan padat penduduk Kampung Muka, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, hangus dilalap si jago merah pada Minggu pagi. Berdasarkan pendataan awal dari pihak berwenang, musibah ini berdampak pada 110 kepala keluarga dengan total mencapai 380 jiwa kehilangan tempat tinggal secara mendadak.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Menurut keterangan saksi mata di lokasi kejadian, kobaran api merambat dengan sangat cepat tanpa memberi kesempatan warga untuk menyelamatkan harta benda mereka. "Langsung gede, kita pas buka ini ngelihat gak pakai kecil-kecil sama sekali, langsung gede," ujar Ipin selaku salah satu warga setempat menceritakan detik-detik mencekam saat api membesar.
Berdasarkan laporan Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara, objek yang terbakar meliputi bangunan semi permanen termasuk 11 unit kontrakan dua lantai. Dari analisis awak media di lapangan, padatnya jarak antar bangunan di kawasan tersebut menjadi faktor pemicu cepatnya api meluas ke bangunan sekitarnya.
Merespons kejadian darurat ini, ratusan warga yang selamat langsung dievakuasi dan mengungsi ke masjid terdekat yang berada tidak jauh dari lokasi titik api. Sebagian besar korban tampak syok dan panik, sementara petugas gabungan bersama warga bahu-membahu menenangkan para pengungsi di tempat ibadah tersebut.
Sebanyak 19 unit armada pemadam kebakaran dengan kekuatan 95 personel dikerahkan untuk menjinakkan amukan api di lokasi padat penduduk tersebut. Setelah berjibaku melakukan penanganan intensif, petugas akhirnya berhasil memadamkan seluruh titik api menjelang siang hari sekitar pukul 10.41 WIB.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang memastikan tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden kebakaran besar di Pademangan ini. Berdasarkan hasil investigasi awal, dugaan sementara pemicu insiden maut tersebut berasal dari korsleting atau gangguan arus pendek listrik pada salah satu unit kontrakan.