Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat merespons kasus kekerasan yang menimpa seorang warga lanjut usia berinisial Maryati (54) di kawasan Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Korban yang mengalami luka parah akibat tindakan brutal pelaku pencurian kini mendapatkan jaminan penuh untuk seluruh biaya perawatan medisnya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis tim redaksi, kasus ini menyoroti kerentanan kelompok rentan seperti lansia terhadap aksi kejahatan malam hari, sekaligus menguji kesiapan fasilitas jaminan kesehatan daerah dalam merespons darurat kriminalitas. Kehadiran program jaminan khusus menjadi penyelamat bagi korban kejahatan yang sering kali terkendala regulasi pembiayaan konvensional.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menyatakan bahwa pembiayaan medis korban yang sedang menjalani perawatan intensif di RSUD Pasar Rebo dialirkan melalui program Jamkesjak. Menurut pengamatan awak media, program ini memang dirancang khusus untuk melindungi warga yang mengalami tindak kekerasan serta membutuhkan visum atau penanganan darurat.
"Bisa melalui Jamkesjak Pemprov DKI Jakarta," ujar Ani saat dikonfirmasi di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Minggu (27/9/2026). Ia juga menambahkan bahwa informasi mengenai fasilitas layanan kesehatan gratis ini sudah disampaikan secara langsung kepada pihak keluarga korban.
Berdasarkan regulasi yang berlaku, biaya pengobatan bagi korban tindak pidana kekerasan seperti yang dialami Maryati tidak dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan standar. Oleh karena itu, langkah sigap Pemprov DKI Jakarta dinilai sangat krusial agar korban tidak dibebani biaya operasi penyambungan urat telinga yang membutuhkan penanganan bedah khusus.
Sebelumnya, insiden mengerikan ini terjadi pada Kamis (24/9) sekitar pukul 03.00 WIB ketika korban mendapati pelaku menyelinap masuk ke dalam rumahnya. Dalam kondisi terdesak dan hanya tinggal bersama cucunya, korban sempat melakukan perlawanan heroik dengan menggigit tangan pelaku sebelum akhirnya pelaku bertindak beringas dan menggigit telinga korban hingga putus.