Harga minyak dunia kembali bergerak merangkak naik setelah dinamika geopolitik global memanas menyusul keputusan tegas dari pemerintah Amerika Serikat terkait konflik di Timur Tengah.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan pasar, harga minyak mentah berjangka Brent mengalami kenaikan sebesar US1,32atausekitar1,27persenmenjadiUS105,64 per barel, sementara West Texas Intermediate ikut menguat.
Lonjakan harga ini terjadi tidak lama setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka menolak proposal perdamaian yang diajukan oleh pihak Iran guna meredakan ketegangan dan membuka kembali jalur penting di Selat Hormuz.
Menurut analisis dari tim redaksi, pasar energi global sangat sensitif terhadap perkembangan diplomasi antara kedua negara besar tersebut sehingga penolakan proposal damai langsung direspons cepat oleh para pelaku pasar dengan aksi beli.
Di sisi lain, ketegangan regional juga semakin diperparah dengan masih berlangsungnya serangan kelompok Houthi yang didukung Iran terhadap fasilitas infrastruktur minyak di Arab Saudi.
Analis pasar dari ANZ menyebutkan bahwa risiko geopolitik yang tetap tinggi membuat pasokan minyak global menjadi rentan terhadap berbagai gangguan keamanan di jalur distribusi utama.
Meskipun ekspor minyak mentah dari sejumlah produsen utama di Timur Tengah sempat menunjukkan pemulihan pada bulan September ini, bayang-bayang konflik bersenjata terus menekan stabilitas harga komoditas energi tersebut.