Sistem jaminan sosial Amerika Serikat atau Social Security kembali menjadi sorotan publik setelah Congressional Budget Office merilis proyeksi keuangan terbarunya. Berdasarkan laporan tersebut, dana pensiun nasional ini diprediksi mengalami penipisan cadangan yang berujung pada pemotongan manfaat hingga 26 persen bagi para penerimanya pada akhir tahun 2032.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis tim redaksi, kekhawatiran publik kerap disalahartikan sebagai kebangkrutan total dari program tersebut. Padahal, meski dana cadangan atau trust fund habis, pemasukan dari pajak gaji pekerja Amerika Serikat akan terus mengalir ke dalam sistem setiap bulannya.
Menurut penjelasan dari Roosevelt Institute, dana yang terkumpul dari pemotongan gaji pekerja dan pemberi kerja sebesar 12,4 persen secara total tetap dibayarkan kepada para pensiun yang memenuhi syarat. Namun, arus kas tersebut dipastikan tidak akan mencukupi pembayaran penuh tanpa adanya intervensi kebijakan dari pemerintah.
Sebagaimana dilaporkan dalam studi terbaru, rasio antara pekerja aktif dan penerima manfaat mengalami penurunan drastis dari masa ke masa akibat penambahan usia harapan hidup dan gelombang pensiun generasi baby boomers. Jika pada tahun 1960 terdapat 5,1 pekerja untuk setiap satu penerima, angka tersebut merosot tajam menjadi hanya 2,7 pekerja pada tahun 2024.
Mengutip laporan American Academy of Actuaries, pemulihan stabilitas keuangan program ini dapat ditempuh melalui dua opsi utama atau kombinasi keduanya. Pemerintah Amerika Serikat harus segera memilih antara menaikkan tarif pajak pekerja secara menyeluruh atau melakukan penyesuaian dan pengurangan biaya manfaat pensiun.