Perusahaan antariksa milik Elon Musk, Space Exploration Technologies Corp. atau yang dikenal sebagai SpaceX, kembali menjadi sorotan pelaku pasar keuangan global. Berdasarkan analisis dari pembawa acara televisi kondang Jim Cramer, perusahaan tersebut dinilai memiliki prospek bisnis yang jauh lebih nyata dan bahkan berpotensi mendulang kesuksesan finansial jauh lebih cepat dibandingkan dengan Tesla Inc.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dalam program "Mad Money" di CNBC, Cramer melontarkan pujian atas langkah strategis cerdas yang diambil oleh Elon Musk. Menurut analisis tim redaksi dari berbagai laporan pasar, langkah SpaceX menyewakan kelebihan kapasitas komputasi kecerdasan buatan menggunakan cip canggih dari NVIDIA Corp telah menjadi motor penggerak pendapatan yang masif di luar bisnis utamanya di bidang dirgantara.
"Saya telah gigih mempertahankan bahwa SpaceX adalah perusahaan nyata dengan angka-angka riil dan bisnis yang nyata, bahkan memiliki banyak lini bisnis sekaligus," ujar Cramer menegaskan posisinya dalam menghadapi berbagai kritik skeptis terkait valuasi perusahaan.
Optimisme tersebut semakin diperkuat setelah Goldman Sachs Group Inc. memutuskan untuk menaikkan target harga saham SpaceX ke level 230 dolar Amerika Serikat, setelah sebelumnya berada di kisaran 220 dolar Amerika Serikat. Berdasarkan pengamatan awak media, langkah institusi keuangan besar ini memberikan validasi kuat bahwa pertumbuhan nilai SpaceX didasari oleh fundamental bisnis yang solid dan bukan sekadar spekulasi pasar semata.
Lebih lanjut, Cramer mengungkapkan bahwa ekspansi bisnis penyewaan kapasitas komputasi ini sangat menguntungkan hingga memicu rencana pinjaman dana sebesar 40 miliar dolar Amerika Serikat demi memborong lebih banyak cip NVIDIA. Dengan skala ekspansi tersebut, SpaceX diprediksi bakal segera bertransformasi menjadi klien terbesar bagi raksasa cip NVIDIA dalam waktu dekat.
Sentimen positif terhadap saham SpaceX juga datang dari analis Morgan Stanley, Adam Jonas, yang mempertahankan peringkat "overweight" dengan mematok target harga fantastis di angka 300 dolar Amerika Serikat per saham. Berdasarkan analisis pasar, integrasi bisnis yang beragam membuat peluang investasi di SpaceX terlihat sangat menarik dan memiliki nilai kompetitif yang tinggi.