Kawasan Cijantung di Jakarta Timur kembali menjadi sorotan setelah curah hujan tinggi memicu potensi genangan di sejumlah titik rawan. Menanggapi situasi tersebut, pemerintah setempat langsung bergerak cepat untuk memastikan sistem drainase berfungsi secara optimal dan meminimalisir risiko banjir susulan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan pengamatan tim redaksi, penanganan intensif difokuskan pada kawasan Jalan Pertengahan, Kelurahan Cijantung, Kecamatan Pasar Rebo. Langkah cepat ini diambil guna mengantisipasi luapan air yang kerap mengganggu aktivitas warga setiap kali hujan deras mengguyur wilayah ibu kota.
Sebagaimana dilaporkan di lapangan, Satuan Pelayanan Sumber Daya Air (Satpel SDA) Pasar Rebo mengerahkan sebanyak enam personel untuk melakukan pengerukan dan pengurasan saluran air sepanjang 20 meter. Pembersihan manual ini dilakukan secara menyeluruh untuk mengangkat endapan lumpur tebal yang menyumbat aliran air.
"Dalam penanganan ini sebanyak enam personel petugas pengerukan atau pengurasan dikerahkan untuk membersihkan saluran air sepanjang 20 meter," ungkap Arisanti Nursahada selaku Kepala Seksi Perekonomian dan Pembangunan Kecamatan Pasar Rebo.
Selain pengerukan endapan lumpur, proyek perbaikan ini juga mencakup pembangunan crossing baru di titik-titik krusial. Langkah strategis tersebut diharapkan mampu memperlancar aliran air dari permukiman warga menuju saluran pembuangan utama tanpa hambatan berarti.
Kehadiran para pejabat terkait di lokasi menunjukkan komitmen serius pemerintah dalam membenahi infrastruktur pengendali banjir. Pemeliharaan berkala seperti ini dinilai sangat krusial agar kapasitas drainase tetap terjaga dan tidak mudah meluap saat cuaca ekstrem melanda.