Wacana penambahan frekuensi Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day di Jakarta menjadi dua kali dalam sepekan menuai sorotan dari kalangan legislatif. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap rencana tersebut, namun ia memberikan catatan penting agar kebijakan itu tidak diterapkan secara sembarangan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan dari pihak Pemprov Jakarta, gagasan menambah jadwal Car Free Day ini dinilai sejalan dengan upaya menekan polusi dan memperbaiki kualitas udara ibu kota. "Prinsipnya saya mendukung setiap upaya untuk menurunkan emisi dan membuat Jakarta lebih sehat," ujar Wibi, Kamis (24/9/2026), saat memberikan tanggapannya mengenai wacana tersebut.
Meski demikian, dari analisis awak media, pelaksanaan Car Free Day tambahan pada hari Sabtu memerlukan perhitungan matang karena mobilitas warga dan aktivitas logistik masih sangat tinggi. Wibi mengingatkan pemerintah daerah agar cermat melihat pola mobilitas masyarakat agar penutupan jalan tidak menjadi bumerang bagi aktivitas perekonomian warga.
"Jangan sampai niatnya mengurangi polusi, tapi justru memindahkan kemacetan ke jalan lain dan menambah beban masyarakat," tegas Wibi mengingatkan dampak turunan dari kebijakan tersebut jika dilakukan tanpa perencanaan matang.
Sebagai solusi konkret, Wibi mengusulkan agar Pemprov DKI Jakarta menggelar uji coba terbatas terlebih dahulu dalam kurun waktu tertentu guna mengukur efektivitasnya secara menyeluruh. Evaluasi tersebut tidak boleh hanya berfokus pada luas wilayah jalan yang ditutup, melainkan harus mencakup dampak nyata terhadap arus lalu lintas, kelancaran distribusi logistik, serta denyut nadi aktivitas UMKM di lapangan.