Konferensi Tingkat Tinggi antara Amerika Serikat dan China resmi dimulai pada Kamis dengan membawa angin segar bagi para importir global. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, kedua negara besar tersebut mengisyaratkan komitmen untuk menjaga stabilitas hubungan perdagangan dalam beberapa bulan ke depan, meredakan kekhawatiran pasar yang sempat memanas.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan bahwa Washington dan Beijing sepakat memperpanjang gencatan senjata dagang yang semula dijadwalkan berakhir pada November. Perpanjangan ini berlaku hingga 10 Januari 2027 guna memberikan ruang tambahan bagi kedua belah pihak dalam merumuskan kesepakatan ekonomi yang lebih komprehensif.
Di sisi lain, Presiden China Xi Jinping membuka KTT tersebut dengan nada yang sangat positif dan kooperatif. Dalam pidatonya, ia menyatakan dukungan penuh terhadap terwujudnya hubungan strategis yang stabil antara kedua negara serta peningkatan frekuensi penerbangan guna memfasilitasi mobilitas perjalanan dan perdagangan bilateral.
Meskipun sejumlah importir sempat berharap adanya perpanjangan jangka panjang hingga satu tahun penuh seperti kesepakatan tahun lalu di Korea Selatan, kelanjutan tarif dan aturan saat ini tetap memberikan kepastian jangka pendek bagi pasar keuangan sepanjang tahun 2026.
Menurut analisis awak media, langkah ini diambil di tengah dinamika politik domestik AS serta pertimbangan ekonomi yang matang. Pemerintahan Donald Trump dilaporkan masih mempertimbangkan penerapan tarif tambahan sebesar 7,5 persen terkait isu kapasitas berlebih, namun keputusannya ditunda demi menjaga stabilitas ekonomi dan stabilitas politik menjelang pemilu paruh waktu.