Moda transportasi massal terbaru di ibu kota, LRT rute Kelapa Gading hingga Manggarai, akhirnya resmi beroperasi penuh setelah diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Kehadiran infrastruktur anyar ini diharapkan mampu menjadi solusi alternatif bagi masyarakat sekaligus mengurai kemacetan parah di Jakarta.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis dari awak media, proyek strategis yang menelan anggaran investasi hingga Rp12,1 triliun ini dibangun oleh PT Jakarta Propertindo menggunakan dana APBD Provinsi DKI Jakarta. Lintasan sepanjang 12,2 kilometer tersebut dilengkapi dengan 11 stasiun dan diklaim mampu memangkas waktu tempuh perjalanan menjadi hanya sekitar 28 menit.
Guna menarik antusiasme warga pada masa awal peluncurannya, pemerintah daerah memberlakukan tarif promo spesial sebesar Rp8 saja selama delapan hari pertama. Setelah masa promo usai, penumpang akan dikenakan tarif flat sementara sebesar Rp5.000 hingga penetapan tarif resmi disahkan.
Meski demikian, pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa operasional moda anyar ini masih menyisakan pekerjaan rumah terkait konektivitas wilayah. Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Wa Ode Herlina, menegaskan pentingnya keterhubungan jalur baru ini dengan berbagai moda transportasi umum lainnya.
Menurut Wa Ode, integrasi menyeluruh dengan Transjakarta, Mikrotrans, hingga KRL Commuter Line menjadi kunci utama agar warga tertarik beralih dari kendaraan pribadi. "Yang penting sekarang bukan hanya LRT-nya selesai, tetapi bagaimana LRT terhubung dengan Transjakarta, Mikrotrans, KRL, dan moda lainnya," ujarnya menekankan pentingnya kemudahan mobilitas.