Ribuan buruh yang tergabung dalam Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada Kamis, 24 September 2026. Berdasarkan pantauan awak media, aksi yang dipimpin langsung oleh Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea tersebut berlangsung secara singkat, tertib, dan kondusif tanpa ada kericuhan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dalam orasinya di depan UOB Plaza, Andi Gani menegaskan secara tegas bahwa demonstrasi yang dilakukan kelompoknya sama sekali bukan bentuk perlawanan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pihaknya menyatakan fokus utama dari aksi massa ini adalah mendesak keberpihakan terhadap hak-hak buruh dalam Rancangan Undang-Undang Perlindungan Ketenagakerjaan.
Mengutip pernyataan Andi Gani, massa buruh sengaja menjaga ketertiban umum dan memilih untuk menaati aturan hukum yang berlaku di wilayah ibu kota. "Kita taat aturan, kita sanggup menembus HI, tapi kami taat aturan dan kami tidak ingin dipidanakan," ujarnya di hadapan ribuan peserta aksi yang mengenakan atribut serba biru.
Analisis tim redaksi menunjukkan bahwa langkah koalisi buruh ini berupaya meredam spekulasi negatif sekaligus membangun komunikasi yang konstruktif dengan pemerintah yang sah. Terlebih lagi, pihak buruh berkomitmen penuh untuk terus mengawal jalannya pemerintahan hingga tahun 2029 mendatang.
Menutup rangkaian aksi yang berlangsung selama kurang lebih 40 menit tersebut, massa berangsur membubarkan diri dengan tertib menjelang siang hari. Koalisi buruh juga memastikan akan kembali menggelar aksi susulan secara damai selama proses pembahasan RUU tersebut berlangsung di DPR RI.