Persoalan sampah di wilayah Jakarta Pusat perlahan mulai menemukan titik terang melalui inovasi pengelolaan yang lebih efektif. TPS 3R Ketapang yang berlokasi di Kecamatan Gambir kini menjadi salah satu fasilitas andalan dalam mengolah limbah rumah tangga dari Kelurahan Duri Pulo dan Petojo Utara.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan pengamatan tim redaksi, fasilitas ini setiap harinya mampu menerima dan memproses sekitar 13 ton sampah dari warga sekitar. Alih-alih dibiarkan menumpuk, material yang masuk langsung melalui tahap pemilahan ketat untuk diubah menjadi berbagai produk bernilai guna seperti kompos padat, kompos cair, hingga pakan maggot.
Kepala Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Kecamatan Gambir, Mumuh Mulyana, menjelaskan bahwa operasional TPS 3R ini didukung oleh teknologi modern berupa mesin pencacah Refuse Derived Fuel (RDF). Mesin tersebut dirancang khusus untuk memperkecil ukuran sampah kering nonorganik agar lebih optimal pada tahap pengolahan lanjutan.
"Sampah organik dipisahkan, sementara sampah kering non-organik seperti plastik, cacahan kayu kecil, dan kertas dicacah menjadi serpihan kecil di mesin pencacah RDF," ujar Mumuh sebagaimana dilaporkan Berita Jakarta.
Lebih lanjut, material yang telah melalui proses pencacahan di TPS tersebut nantinya akan dikirim ke TPST Bantargebang. Di sana, material itu diolah kembali hingga menjadi bahan bakar pengganti batu bara bagi sektor industri semen.
Dari analisis awak media, langkah inovatif ini tidak hanya meringankan beban volume sampah di tempat pembuangan akhir, tetapi juga membuktikan bahwa limbah perkotaan memiliki potensi besar untuk bertransformasi menjadi sumber energi alternatif yang bernilai ekonomis.