Proses penyelamatan puluhan penghuni dari amukan si jago merah di Apartemen Pavilion, Tanah Abang, Jakarta Pusat, menyita perhatian publik setelah dilaporkan memakan waktu hingga lima jam lebih pada Jumat (4/9/2026). Berdasarkan laporan dari tim redaksi, insiden yang bermula sejak siang hari ini memaksa petugas pemadam kebakaran berjibaku dengan tantangan teknis serta kondisi di lapangan yang cukup pelik.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Bayu Meghantara, membeberkan bahwa durasi evakuasi yang panjang disebabkan oleh kombinasi keterbatasan alat utama penunjang keselamatan serta situasi psikologis para korban. "Unit kami ini butuh waktu untuk evakuasi, sementara keranjang kami ini kapasitasnya hanya untuk lima orang. Satu operator, jadi kami angkat paling maksimal 4 dari atas ke bawah," ujar Bayu saat menjelaskan operasional unit Bronto Skylift di lokasi kejadian.
Lebih lanjut, awak media mencatat bahwa proses evakuasi vertikal dari gedung bertingkat tinggi tidak hanya sekadar persoalan teknis mesin, melainkan juga menyangkut mental para penghuni. Sejumlah warga dilaporkan mengalami kepanikan dan fobia ketinggian saat harus dievakuasi menggunakan keranjang penyelamat dari lantai atas, sehingga petugas harus memberikan pendekatan serta penanganan khusus.
Berdasarkan analisis tim di lapangan, perhatian ekstra juga diberikan kepada kelompok rentan seperti lansia demi menghindari risiko kecelakaan sekunder selama proses evakuasi berlangsung. "Ada dua lansia yang betul-betul kami perhatikan, kami evakuasi dari lantai 23," tutur Bayu menambahkan keterangan mengenai detail penyelamatan tersebut.
Hingga Jumat petang pukul 17.00 WIB, tercatat ada 33 penghuni yang berhasil diselamatkan oleh petugas gabungan Gulkarmat DKI Jakarta. Dari total keseluruhan jiwa yang dievakuasi dengan selamat, rinciannya terdiri dari 31 Warga Negara Indonesia (WNI) serta 2 orang Warga Negara Asing (WNA).