Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia atau IPSI Jakarta Selatan sukses menggelar Kejuaraan Pencak Silat Seni Tradisi Piala Wali Kota Jakarta Selatan III di kawasan Setu Babakan, Jagakarsa. Berdasarkan laporan penyelenggaraan, ajang bergengsi ini diikuti oleh ratusan peserta yang siap membuktikan kemampuan terbaik mereka di atas gelanggang.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Ajang yang memadukan unsur olahraga dan pelestarian budaya ini tidak hanya sekadar menjadi panggung kompetisi semata. Berdasarkan pengamatan awak media, pemilihan kawasan Setu Babakan yang dikenal sebagai pusat kebudayaan Betawi memberikan nuansa tersendiri sekaligus memperkuat identitas tradisi leluhur dalam setiap jurus yang ditampilkan para peserta.
Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Firmanuddin Ibrahim hadir langsung untuk membuka sekaligus memantau jalannya kompetisi. Menurutnya, kejuaraan berjenjang seperti ini memiliki peran krusial dalam menjaring dan memunculkan bibit-bibit baru atlet pencak silat yang handal.
"Ini kegiatan pencak silat yang diinisiasi oleh pengurus kota pencak silat Jakarta Selatan. Tujuannya untuk mencari bibit-bibit baru sebagai persiapan di tingkat provinsi dan lomba di tingkat nasional," ujar Firmanuddin dalam keterangannya.
Lebih lanjut, analisis dari pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa antusiasme tinggi dari 144 peserta membuktikan bahwa minat generasi muda terhadap seni bela diri tradisional masih sangat kuat. Melalui kompetisi ini, para atlet tidak hanya menguji ketahanan fisik dan teknik bertanding, tetapi juga ditempa mental juangnya.
Selain aspek prestasi, Firmanuddin juga mengingatkan para peserta agar senantiasa menjunjung tinggi nilai moral dan budi pekerti luhur. Pencak silat dinilai mampu membentuk karakter generasi muda yang disiplin, jujur, santun, serta berakhlak mulia baik di dalam maupun di luar arena pertandingan.