Kepedihan mendalam dirasakan oleh Siti Nurhayati setelah menyaksikan rekaman video kekerasan yang menimpa anak kandungnya, Ilyas Salahuddin. Ilyas merupakan salah satu anak buah kapal (ABK) yang bekerja di atas kapal cumi KM Maulana 23 yang menjadi korban penganiayaan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan tayangan video yang beredar, korban tampak mengalami perlakuan tidak manusiawi di atas kapal. Tubuh serta kepala Ilyas dicelupkan berulang kali ke dalam sebuah gentong berisi air, bahkan ia juga terlihat diinjak dan dianiaya oleh sejumlah pihak di kapal tersebut.
Menurut pengakuan Siti, mulanya ia tidak menyadari bahwa pemuda dalam video amatir yang dikirim oleh keponakannya adalah anaknya sendiri karena kualitas gambar yang kurang jelas. Namun, keyakinannya berubah drastis setelah ia mendatangi kantor kepolisian dan melihat rekaman dengan visual yang jauh lebih terang.
Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa kasus kekerasan di perairan ini telah memicu gelombang kecemasan publik yang mendalam di tengah keluarga korban. Siti mengaku sangat terpukul dan tidak menyangka ada orang yang tega memperlakukan buah hatinya dengan cara sekeji itu.
Kendati demikian, secercah ketenangan mulai dirasakan sang ibu setelah ia berhasil melakukan komunikasi langsung dengan Ilyas pada hari Minggu. Dalam percakapan tersebut, Siti memastikan kondisi kesehatan putranya setelah mendapatkan penanganan dan perlindungan di Kepulauan Aru.