Pengungkapan kasus pengeroyokan berdarah yang merenggut nyawa seorang pedagang cermin bernama Bambang Setiawan memasuki babak baru setelah jajaran Polda Metro Jaya membekuk sejumlah terduga pelaku. Kendati demikian, penangkapan ini dinilai baru permulaan dan masih menyisakan banyak misteri yang harus segera dituntaskan oleh aparat penegak hukum.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis dari Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel, terdapat sejumlah poin krusial yang perlu didalami secara komprehensif agar pengusutan kasus ini tidak meninggalkan ruang gelap. Mengutip laporan dari pengamatannya, kelompok yang menghabisi nyawa Bambang Setiawan diyakini berbeda dengan pihak yang menganiaya korban selamat bernama Fatur hingga mengalami luka fisik parah.
Sebagaimana dilaporkan dalam investigasi sebelumnya, Fatur tidak hanya menjadi korban kekerasan di jalanan, melainkan sempat dibawa paksa ke sebuah bangunan di dekat Gedung DPR RI untuk disiksa dan dipaksa memberikan pengakuan palsu. Berdasarkan temuan di lapangan, Fatur bukanlah satu-satunya korban yang mengalami penyiksaan di lokasi misterius tersebut.
Awak media menilai bahwa kepolisian kini dihadapkan pada pekerjaan rumah besar untuk memburu seluruh pihak yang terlibat tanpa tebang pilih, termasuk mereka yang membawa para korban ke lokasi penyiksaan. Selain itu, keakuratan data dan pencocokan wajah antara tersangka yang ditangkap dengan sketsa yang sebelumnya telah dirilis publik menjadi kunci penting penuntasan kasus ini.