Hasil kualifikasi Grand Prix Italia 2026 menyajikan kejutan luar biasa di Sirkuit Monza pada Sabtu malam waktu Indonesia. Pembalap Alpine F1 Team, Pierre Gasly, sukses mencatatkan sejarah baru dalam kariernya di ajang balap mobil bergengsi ini.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Pembalap asal Prancis tersebut secara mengejutkan berhasil mengamankan pole position pertamanya sepanjang karier Formula 1. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, performa impresif ini diraih setelah Gasly tampil sangat konsisten sejak sesi latihan bebas hingga babak penentu.
Gasly sukses menyingkirkan para pesaing tangguh di barisan depan, termasuk George Russell dari Mercedes dan Oscar Piastri yang membela McLaren. Keberhasilan ini terasa semakin emosional karena Sirkuit Monza menyimpan kenangan manis sebagai lokasi kemenangan perdana Gasly pada musim 2020 lalu.
Analisis awak media menunjukkan bahwa pencapaian gemilang tersebut tidak lepas dari peningkatan performa mobil Alpine. Tim yang berbasis di Enstone itu datang membawa paket upgrade aerodinamika optimal yang dipadukan dengan keandalan unit tenaga Mercedes.
Persaingan pada sesi kualifikasi ketiga berlangsung sangat dramatis bagi seluruh tim. Pada percobaan awal, Gasly sempat tertahan di posisi ketiga di belakang Russell dan Piastri.
Namun, situasi berbalik drastis saat detik-detik akhir penentuan waktu lap terakhir. Gasly mampu melaju tanpa cela dan mencatatkan waktu tercepat 1 menit 21,786 detik untuk mengunci posisi terdepan.
Prestasi gemilang ini menandai pole position perdana bagi Gasly sejak pertama kali melakoni debut di ajang Formula 1 pada tahun 2017. "Ini adalah momen luar biasa dan hasil kerja keras seluruh tim di garasi," ujar Gasly menggambarkan kebahagiaannya.
Kebahagiaan kubu Alpine semakin sempurna menyusul hasil positif yang diraih oleh rekan setim Gasly, Franco Colapinto. Pembalap asal Argentina itu turut mengamankan posisi kedelapan di sesi Q3.
Dengan hasil tersebut, Alpine berhasil menempatkan dua mobilnya di jajaran sepuluh besar starting grid. Sebaliknya, harapan besar para tifosi tuan rumah melihat Ferrari menguasai barisan terdepan harus pupus.