Duel sarat gengsi antara Persija Jakarta kontra Persib Bandung dipastikan bakal menjadi pusat perhatian pencinta sepak bola nasional pada September 2026. Berdasarkan jadwal, pertandingan penuh rivalitas abadi ini akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta pada Sabtu, 12 September 2026, yang diprediksi bakal menyedot puluhan ribu pasang mata.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Menjelang pertandingan akbar tersebut, Panitia Pelaksana Persija telah menyiapkan langkah-langkah strategis demi menjamin kelancaran, keamanan, serta kenyamanan penonton di dalam stadion. Berdasarkan analisis dari pengamatan awak media, manajemen pertandingan berupaya mengantisipasi lonjakan suporter mengingat tingginya tensi serta antusiasme publik menyambut pertemuan dua tim raksasa ini.
Ketua Panpel Persija, Albinus Laurent, mengungkapkan bahwa pihaknya berencana menyediakan sekitar 60 ribu lembar tiket untuk laga kandang krusial ini. Kendati demikian, jumlah tersebut masih bersifat estimasi dan menunggu keluarnya izin resmi dari pihak kepolisian sebelum proses penjualan dibuka ke publik secara luas.
Ada kebijakan menarik sekaligus ketat yang diterapkan panitia dalam hal penjualan tiket pertandingan. Seluruh kuota tiket dialokasikan khusus bagi masyarakat yang memiliki kartu identitas resmi berupa KTP DKI Jakarta.
"Pembelian tiket seluruhnya untuk warga Jakarta yang mempunyai KTP Jakarta," ujar Albinus menegaskan kebijakan pembatasan tersebut.
Penerapan aturan berdomisili lokal ini diambil sebagai langkah antisipasi untuk mengelola kapasitas stadion serta mengatur jumlah penonton secara tertib. Kehadiran ribuan anggota The Jakmania di tribune SUGBK tentu diharapkan mampu memberikan dorongan moral maksimal bagi skuad Macan Kemayoran saat menjamu Maung Bandung.
Selain regulasi tiket, penonton juga wajib memperhatikan daftar barang bawaan karena pemeriksaan ketat akan diberlakukan di pintu masuk stadion. Panitia dengan tegas melarang suporter membawa senjata tajam, senjata api, narkoba, minuman keras, rokok, korek api, flare, smoke bomb, hingga kembang api demi menjaga keselamatan bersama.