Kebayoran Lama Bagikan 349 Tong Biopori Jumbo demi Kurangi Sampah

Pendistribusian ratusan tong biopori jumbo di halaman Kantor Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Pendistribusian ratusan tong biopori jumbo di halaman Kantor Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Ringkasan: Pemerintah Kecamatan Kebayoran Lama membagikan 349 tong biopori jumbo ke enam kelurahan untuk mengurangi pasokan sampah ke TPST Bantar Gebang.

Pemerintah Kecamatan Kebayoran Lama mendistribusikan sebanyak 349 tong biopori jumbo ke enam kelurahan di wilayahnya pada Senin (20/7/2026). Langkah ini diambil sebagai strategi nyata untuk memperkuat pengelolaan dan pemilahan sampah organik langsung dari sumbernya atau rumah tangga warga.

Kurangi Beban TPST Bantar Gebang

Baca Juga

Camat Kebayoran Lama, Mustofa Thohir menyerahkan langsung bantuan sarana kebersihan tersebut di halaman Kantor Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Mustofa menegaskan bahwa pembagian tong biopori jumbo ini menjadi bagian penting dari program pengurangan timbulan sampah secara berkelanjutan.

"Kita ketahui, saat ini pemerintah terus berupaya mengatasi permasalahan sampah, salah satunya melalui lubang biopori, teba modern, dan komposter untuk pengelolaan sampah organik," ujar Mustofa saat memberikan keterangan resmi.

Kebijakan ini juga menjadi respons cepat pemerintah daerah terhadap pembatasan pengiriman volume sampah ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang. Pengadaan 349 tong biopori jumbo ini terlaksana berkat kerja sama sinergis antara Pihak Kecamatan Kebayoran Lama dengan Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan.

Edukasi Warga Pilih Sampah Mandiri

Mustofa berharap kehadiran sarana baru ini dapat memicu motivasi warga agar lebih giat memilah sampah rumah tangga secara mandiri. "Melalui upaya ini, insyaAllah penumpukan sampah akan semakin berkurang karena sampah organik akan terurai melalui sistem teba dan biopori," lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Kecamatan Kebayoran Lama, Ian Septyana memaparkan data terkini di kawasannya. Berdasarkan hasil pendataan, total sudah tersedia 669 sarana pengelolaan sampah organik di Kebayoran Lama, yang terdiri atas komposter, teba modern, dan biopori jumbo.

Ian menambahkan, selain memberikan sarana fisik, pihaknya juga terus menggencarkan edukasi tatap muka mengenai teknik pemilahan sampah sejak dari rumah. Kesadaran masyarakat dinilai menjadi kunci sukses utama dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.

"Mudah-mudahan upaya kami terus memberikan dampak positif bagi lingkungan. Warga pun semakin sadar bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang harus ditangani sejak dari sumbernya," pungkas Ian.