PSBL Harapan Sentosa 2 Godok Standar Pelayanan Baru, Ini 4 Fokus Utamanya

Suasana pelaksanaan Forum Konsultasi Publik secara hybrid di PSBL Harapan Sentosa 2 Cipayung
Suasana pelaksanaan Forum Konsultasi Publik secara hybrid di PSBL Harapan Sentosa 2 Cipayung
Ringkasan: PSBL Harapan Sentosa 2 Cipayung menggelar Forum Konsultasi Publik secara hybrid bersama 35 peserta untuk menyusun standar pelayanan warga binaan sosial.

Sebanyak 35 peserta menghadiri Forum Konsultasi Publik (FKP) yang digelar oleh Panti Sosial Bina Laras (PSBL) Harapan Sentosa 2, Cipayung, Jakarta Timur pada Senin (20/7/2026). Kegiatan yang berlangsung secara hybrid ini bertujuan untuk merumuskan standar pelayanan baru guna meningkatkan kualitas hidup warga binaan sosial.

Himpun Masukan dari Berbagai Instansi

Baca Juga

Kepala Subbagian Tata Usaha PSBL Harapan Sentosa 2, Festarini, memimpin langsung jalannya forum tersebut. Langkah ini diambil untuk mengumpulkan saran dan evaluasi dari para pemangku kepentingan demi perbaikan layanan panti ke depan.

"Forum Konsultasi Publik ini sangat diperlukan untuk mendapatkan masukan dan saran dari para pemangku kepentingan. Harapannya, pelayanan kepada warga binaan sosial dapat terus ditingkatkan menjadi lebih baik," ujar Festarini.

Peserta yang hadir berasal dari lintas sektor. Mulai dari Kominfotik DKI Jakarta, perwakilan kecamatan dan kelurahan, akademisi, panti sosial lain, hingga Pusdatin Kesos Dinas Sosial DKI Jakarta.

Empat Poin Penting yang Dibahas

Ada empat pokok bahasan utama dalam forum ini. Pertama, regulasi bagi institusi pendidikan yang akan melakukan praktik. Kedua, kepastian alur dan transparansi bagi kunjungan keluarga agar lebih tertib.

Poin ketiga mengatur proses reunifikasi atau pemulangan warga binaan yang kondisinya sudah stabil agar bisa kembali ke keluarga. "Keempat adalah penyusunan standar pelayanan penerimaan warga binaan yang berasal dari hasil penjangkauan Dinas Sosial DKI Jakarta beserta jajarannya di lapangan," tambah Festarini.

Rawat Ribuan Warga Binaan

Saat ini, PSBL Harapan Sentosa 2 menampung sebanyak 1.209 warga binaan dengan rincian 707 laki-laki dan 502 perempuan. Festarini menegaskan, kerja sama dengan pihak keluarga sangat krusial terutama saat warga binaan gangguan jiwa sudah dinyatakan bisa pulang.

"Pendampingan keluarga sangat penting, terutama untuk memastikan warga binaan mengonsumsi obat secara rutin sesuai anjuran tenaga kesehatan. Kepatuhan terhadap pengobatan menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga stabilitas kondisi kejiwaan mereka," pungkasnya.