Loading
Bandar Bola Kabayan News Jakarta Bandar Bola Kabayan News Jakarta
/home / berita / Peneliti Australia dan Indonesia...
BERITA

Peneliti Australia dan Indonesia Kunjungi Pengelolaan Limbah Cengkareng, Ubah Sampah Jadi Barang Berguna

By Redaksi Kabayan News Jakarta • 2 min read • 29 September 2026
Peneliti Australia dan Indonesia melakukan kunjungan lapangan ke fasilitas pengelolaan limbah di Cengkareng

Peneliti Australia dan Indonesia melakukan kunjungan lapangan ke fasilitas pengelolaan limbah di Cengkareng

Isu pengelolaan sampah plastik kembali mendapat sorotan tajam melalui kolaborasi lintas negara antara para akademisi dan peneliti asal Australia bersama mitra lokal di Indonesia. Berdasarkan laporan awak media, kegiatan bertajuk Australia-Indonesia Circular Materials & Advanced Manufacturing Engagement Program ini sukses digelar selama dua hari pada 24 hingga 25 September 2026.

Inisiatif strategis ini mendapat dukungan penuh dari Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australian Government. Acara tersebut turut menggandeng University of Southern Queensland melalui Centre for Future Materials serta Jiva Catalyst Foundation untuk menjembatani riset laboratorium dengan persoalan nyata di lapangan.

Rangkaian acara dibuka dengan sesi diskusi bersama para pelaku industri di Hotel Le Méridien, Jakarta Pusat, pada 24 September 2026. Sebanyak 50 peserta dari 13 instansi berbeda, mulai dari akademisi, perwakilan Kementerian Kehutanan, hingga pihak swasta, tampak antusias mengikuti jalannya forum.

Sebagai tindak lanjut dari sesi diskusi tersebut, para delegasi melanjutkan agenda dengan melakukan kunjungan lapangan langsung ke fasilitas pengolahan limbah di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, pada 25 September 2026. Menurut pengamatan tim redaksi, langkah ini diambil agar para peneliti dapat melihat secara langsung realitas pengelolaan sampah di ibu kota.

Director of the Centre for Future Materials UniSQ, Prof. Allan Manalo, menjelaskan bahwa forum ini dirancang sebagai jembatan penting untuk mengoneksikan inovasi riset dengan tantangan lingkungan global. "Hari ini kita berbicara lebih dari sekadar CFM. Kita berbicara tentang tantangan global dan kolaborasi yang dapat kita bangun untuk mengatasinya," ujar Allan.

Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan dalam pertemuan tersebut adalah inovasi konversi sampah plastik daur ulang menjadi material komposit bernilai tinggi. Mahasiswa PhD Materials Engineering di UniSQ, Robiatul Adawiyah, memaparkan risetnya terkait pemanfaatan recycled thermoplastics yang dipadukan dengan continuous glass fibre sebagai bahan baku filamen 3D printing.

Robiatul menambahkan bahwa Indonesia sebagai negara dengan populasi besar menghadapi tantangan besar terkait konsumsi plastik sekali pakai. "Sebagai negara dengan populasi besar, kita memproduksi banyak plastik sekali pakai yang hanya digunakan beberapa jam lalu dibuang. Itu menjadi problematika yang seharusnya dipikirkan oleh pemerintah. Melalui forum ini, kita bisa asimilasi dari penelitian yang ada di Australia ke Indonesia," ungkapnya.

Menutup rangkaian diskusi tersebut, Project Lead UniSQ, Dr. Sachini Wickramasinghe, turut menegaskan bahwa cakupan pemanfaatan material daur ulang ini tidak berhenti pada industri kreatif atau percetakan 3D saja. Penerapannya dinilai sangat potensial untuk diperluas hingga merambah sektor konstruksi modern demi mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

Topics
pengelolaan limbah cengkareng daur ulang plastik university of southern queensland lingkungan hidup riset internasional jakarta barat
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News Jakarta adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas seputar Jakarta dan sekitarnya.