Impian menikmati masa tua dengan gelimang harta ternyata hanya menjadi milik segelintir orang di Amerika Serikat. Berdasarkan laporan terbaru dari Employee Benefit Research Institute, hanya sekitar 0,1 persen populasi di Negeri Paman Sam yang sukses mengamankan tabungan pensiun hingga menembus angka USD 5 juta. Angka fantastis ini menunjukkan betapa eksklusifnya kelompok elite finansial yang mampu mengumpulkan kekayaan jumbo untuk hari tua mereka.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis dari awak media, jurang ketimpangan antara masyarakat umum dan para pencapai papan atas terlihat sangat kontras. Data kuartal kedua Fidelity mencatat bahwa rata-rata saldo 401(k) hanya berada di kisaran USD 155.800 saja. Sementara itu, sekitar 20 persen warga berusia di atas 50 tahun bahkan dilaporkan tidak memiliki cadangan tabungan pensiun sama sekali, membuat kelompok pemilik jutaan dolar menjadi sebuah fenomena yang sangat langka di tengah masyarakat.
Tantangan finansial di masa tua juga semakin berat seiring melambungnya biaya layanan kesehatan. Berdasarkan riset tahunan Fidelity, estimasi biaya medis seumur hidup bagi seseorang yang pensiun di usia 65 tahun melonjak hingga mencapai USD 185.500, mengalami kenaikan signifikan sebesar 7,5 persen dari tahun sebelumnya. Ironisnya, sebagian besar calon pensiun masih menyimpan salah paham dengan berekspektasi bahwa program pemerintah seperti Medicare akan menanggung seluruh beban biaya kesehatan mereka.
Pemerintah federal sebenarnya telah memberikan berbagai instrumen hukum baru untuk membantu para pekerja mengejar ketertinggalan finansial mereka. Melalui ketentuan SECURE 2.0 Act, para pekerja yang berusia antara 60 hingga 63 tahun diberikan keleluasaan untuk melakukan penyetoran tambahan atau super catch-up ke dalam akun 401(k) mereka hingga batasan USD 35.750 khusus untuk tahun pajak ini.
Menurut pengamatan tim redaksi, target kepemilikan dana sebesar USD 5 juta bukanlah sebuah keharusan mutlak bagi setiap orang untuk bisa bertahan hidup di hari tua. Sebagian besar warga justru mulai mendefinisikan ulang konsep pensiun mereka dengan mengandalkan sistem kerja paruh waktu atau metode pensiun bertahap demi menjaga arus kas tetap stabil tanpa harus tertekan target kekayaan yang tidak realistis.