Loading
Bandar Bola Kabayan News Jakarta Bandar Bola Kabayan News Jakarta
/home / teknologi / Perseteruan Panas Elon Musk dan Bos...
TEKNOLOGI

Perseteruan Panas Elon Musk dan Bos Delta Air Lines, Isu Wi Fi

By Dwipanji Ahmad Sundoro • 2 min read • 1 Oktober 2026
Ilustrasi pesawat terbang komersial di angkasa menggambarkan persaingan teknologi konektivitas in-flight Wi-Fi

Ilustrasi pesawat terbang komersial di angkasa menggambarkan persaingan teknologi konektivitas in-flight Wi-Fi

Dunia penerbangan komersial dan teknologi tengah diguncang oleh ketegangan terbuka antara orang terkaya dunia sekaligusbos SpaceX Elon Musk dan CEO Delta Air Lines Ed Bastian. Perseteruan ini berpusat pada fasilitas konektivitas internet dalam kabin pesawat atau in-flight Wi-Fi yang kini menjadi perebutan prestise antarmaskapai global, sebagaimana dilaporkan oleh berbagai sumber industri.

Ketegangan ini bermula ketika seorang pengamat industri penerbangan membocorkan pernyataan yang diduga dilontarkan oleh Ed Bastian dalam sebuah acara internal perusahaan. Berdasarkan laporan tersebut, petinggi Delta itu secara terang-terangan menyatakan keengganannya untuk bekerja sama dengan sang bos SpaceX. "Kami tidak ingin bersama Elon Musk. Percayalah," demikian kutipan pernyataan Bastian yang menyita perhatian publik.

Tidak berhenti di situ, laporan tersebut juga menyebutkan bahwa Delta sebenarnya sempat menguji coba teknologi satelit Starlink milik SpaceX sebelum akhirnya memutuskan penolakan. Dalam kesempatan berbeda, Bastian bahkan menyinggung reputasi kontroversial sang miliarder teknologi dengan menyebut bahwa segala narasi negatif yang beredar tentang karakternya adalah nyata.

Mendengar kabar penolakan tersebut, Elon Musk tidak tinggal diam dan langsung melancarkan serangan balik melalui platform media sosial X. Dengan nada menyindir dan penuh emosi, Musk menuliskan bahwa pimpinan maskapai penerbangan tersebut bakal kehilangan jabatannya akibat keputusan keliru itu, sebuah pernyataan tajam yang langsung menuai jutaan tayangan.

Berdasarkan analisis dari pengamatan tim redaksi, pilihan Delta untuk berpaling ke jaringan satelit Amazon Leo ketimbang Starlink didasari oleh pertimbangan bisnis strategis dan finansial yang kompleks. Amazon menawarkan paket bunding layanan awan atau cloud serta portal login Sync milik maskapai yang memungkinkan mereka mengelola data penumpang secara lebih leluasa, sebuah kebebasan yang tidak diizinkan oleh sistem tertutup Starlink.

Kendati demikian, langkah Delta ini dinilai mengandung risiko bisnis yang cukup besar mengingat para pesaing utamanya seperti United Airlines dan American Airlines telah lebih dulu mengadopsi teknologi Starlink secara masif. Keterlambatan jadwal peluncuran layanan alternatif dari Amazon dikhawatirkan dapat membuat Delta tertinggal dalam memikat hati para pelancong bisnis dan penumpang setia yang mendambakan internet super cepat di udara.

Mengutip laporan awak media, perseteruan terbuka antara dua figur penting korporasi global ini mencerminkan tingginya pertaruhan bisnis dalam menyediakan standar fasilitas digital terbaik di langit. Hingga kini, publik masih menanti apakah keputusan strategis Delta akan berbuah manis atau justru menjadi bumerang bagi eksistensi maskapai raksasa tersebut di tengah gempuran era digital.

Topics
elon musk delta air lines ed bastian starlink spacex amazon leo wi-fi pesawat industri penerbangan
Jurnalis Teknologi & Inovasi

Dwipanji adalah jurnalis yang fokus meliput perkembangan teknologi, inovasi, dan transformasi digital di Jakarta. Lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB), ia memiliki pemahaman teknis yang kuat untuk menyajikan berita teknologi yang akurat dan relevan. Liputannya mencakup startup, kecerdasan buatan, smart city, dan kebijakan digital di Ibu Kota.