Dunia industri teknologi kembali dihebohkan dengan langkah strategis dari raksasa cip semikonduktor global. Berdasarkan laporan eksklusif dari Reuters yang mengutip sumber internal, Nvidia tengah dalam pembicaraan intensif untuk berpartisipasi sebagai investor jangkar dalam penawaran umum perdana atau IPO yang sedang dipersiapkan oleh startup kecerdasan buatan terkemuka, Anthropic.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dalam rencana aksi korporasi yang diprediksi menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah pasar modal tersebut, Anthropic membidik target penggalangan dana mencapai 100 miliar dolar AS. Jika rencana ini terwujud dengan mulus, valuasi perusahaan pengembang sistem kecerdasan buatan Claude ini diperkirakan bisa melonjak hingga menembus angka fantastis sekitar 2 triliun dolar AS.
Sebagai bagian dari negosiasi yang sedang berjalan, manajemen Nvidia mempertimbangkan untuk menggelontorkan dana segar hingga 10 miliar dolar AS. Langkah ini dinilai sebagai manuver taktis yang sangat penting untuk memperkuat posisi kedua belah pihak di tengah ketatnya persaingan industri teknologi global yang sangat bergantung pada pasokan infrastruktur komputasi canggih.
Dari sudut pandang analisis pasar, kehadiran investor kakap sekelas Nvidia di dalam jajaran awal pemegang saham publik diyakini mampu mendongkrak tingkat kepercayaan investor ritel maupun institusional. Terlebih lagi, langkah ini menjadi ujian besar bagi selera pasar modal terhadap valuasi jumbo serta kebutuhan modal yang luar biasa besar dari perusahaan-perusahaan pengembang kecerdasan buatan garis depan.
Hubungan bisnis antara Nvidia dan Anthropic sendiri dikenal sangat erat mengingat ketergantungan yang tinggi dari pembuat model AI tersebut terhadap unit pemrosesan grafis atau GPU buatan Nvidia. Di sisi lain, Anthropic juga terus berupaya mendiversifikasi rantai pasok perangkat kerasnya serta mengendalikan biaya operasional yang membengkak seiring dengan meroketnya permintaan layanan mereka.