Penunjukkan Irjen Dadang Hartanto sebagai Kapolda Metro Jaya menarik perhatian publik karena rekam jejak akademiknya yang luar biasa di samping karier kepolisiannya yang gemilang. Perwira tinggi Polri lulusan Akademi Kepolisian tahun 1994 ini dikenal sebagai sosok akademisi yang sukses menyandang gelar profesor di tengah kesibukannya menjalankan tugas negara.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis tim redaksi, pencapaian akademik Irjen Dadang membuktikan bahwa dedikasi di korps bhayangkara dapat berjalan beriringan dengan komitmen pengembangan ilmu pengetahuan. Pria kelahiran 24 November 1971 ini mengawali pencapaian akademiknya yang tinggi dengan merengkuh gelar Doktor bidang Ilmu Administrasi dari Universitas Indonesia pada tahun 2015 silam.
Dalam sidang disertasinya yang mengangkat judul "Metanoia Learning pada Bareskrim Polri dan Pemodelan Prospek dengan System Dynamics", ia berhasil memukau para penguji di bawah kepemimpinan Dr. Arie Setiabudi Soesilo. Menariknya, pencapaian gelar doktor tersebut diraihnya saat ia masih aktif mengemban tugas berat sebagai Kepala Koordinator Sekretaris Pribadi untuk Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.
Perjalanan intelektual perwira tinggi ini tidak berhenti di situ saja karena delapan tahun berselang ia kembali menorehkan tinta emas dalam dunia pendidikan tinggi Indonesia. Sebagaimana dilaporkan dari berbagai sumber, ia dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Ilmu Administrasi Publik pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.
Pengukuhan yang digelar di Kampus Utama UMSU pada Mei 2023 tersebut turut dihadiri oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo serta Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. Rektor UMSU Agussani menyematkan tanda kehormatan tersebut yang menandai posisinya sebagai profesor kedelapan di perguruan tinggi tersebut sekaligus memperkuat sinergi institusi kepolisian dan dunia akademik.