Harga minyak dunia kembali melanjutkan tren penguatan untuk hari ketiga berturut-turut di tengah kekhawatiran pasar yang kian mendalam. Penguatan ini terjadi seiring tanda-tanda eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang mengancam pemulihan arus pasokan energi global dari wilayah tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan pengamatan tim redaksi, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tercatat merangkak naik hingga berada di atas level 93 dolar per barel. Sementara itu, acuan global Brent juga bertahan kokoh di kisaran 102 dolar per barel menyusul lonjakan signifikan pada sesi perdagangan sebelumnya.
Mengutip laporan yang beredar, Pentagon dikabarkan bersiap mengerahkan tambahan satu unit kapal induk beserta puluhan ribu personel marinir ke Teluk Persia. Langkah militer tambahan ini diambil untuk memperkuat posisi strategis Amerika Serikat di tengah bayang-bayang konflik yang terus berlanjut dengan Iran.
Di sisi lain, situasi pasokan di lapangan masih menunjukkan tekanan berat akibat blokade angkatan laut yang ketat. Berdasarkan analisis awak media, Iran terpantau nyaris tidak dapat memuat minyak mentah ke atas kapal tanker sepanjang bulan September, mempertegas betapa efektifnya pembatasan akses pasar energi tersebut.
Pergerakan harga minyak mentah sendiri terus berfluktuasi tajam sepanjang pekan ini di tengah tarik-menarik sentimen pasar. Para pelaku pasar kini dihadapkan pada dilema antara tanda-tanda pemulihan ekspor regional dan risiko perang yang telah memasuki bulan kedelapan tanpa adanya titik terang jalur diplomasi.