Kepolisian Singapura mengeluarkan peringatan resmi terkait lonjakan kasus akses ilegal terhadap akun cryptocurrency milik warga yang bersumber dari pembobolan email pribadi. Sebagaimana dilaporkan oleh pihak berwenang, tren kejahatan siber ini mulai menunjukkan peningkatan yang signifikan sejak pertengahan Agustus lalu. Berdasarkan hasil penyelidikan mendalam, sebagian besar akun email korban ternyata pernah tercatat dalam insiden kebocoran data atau data breaches di berbagai platform digital pihak ketiga sebelumnya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Modus operandi yang digunakan para pelaku kejahatan tergolong licik dan terstruktur rapi untuk menghindari kecurigaan korban. Mengutip laporan resmi kepolisian, para pelaku memanfaatkan kredensial email yang bocor untuk masuk ke akun target, lalu mencari jejak platform penukaran aset digital yang digunakan. Dari analisis awak media, penjahat siber kerap membuat aturan kotak masuk otomatis guna menyembunyikan notifikasi, sebelum akhirnya mereset kata sandi dan mencegat kode verifikasi satu kali pakai atau OTP.
Mengantisipasi ancaman yang kian marak ini, pihak kepolisian mendesak masyarakat agar tidak menggunakan kombinasi kata sandi yang sama untuk berbagai akun online berbeda. Pengguna disarankan untuk selalu mengaktifkan autentikasi dua faktor serta memanfaatkan aplikasi autentikator resmi dibandingkan verifikasi berbasis SMS yang lebih rentan disadap. "Segera ubah kata sandi dan hubungi penyedia layanan jika mencurigai adanya aktivitas mencurigakan pada akun Anda," demikian imbauan yang disampaikan pihak berwenang.