Loading
Kabayan News Jakarta Kabayan News Jakarta
/home / teknologi / Kisah Perjuangan Dasuki Skate,...
TEKNOLOGI

Kisah Perjuangan Dasuki Skate, Mantan Atlet Paralimpiade yang Kini Jadi Seniman Jalanan di Malaysia

By Dwipanji Ahmad Sundoro • 2 min read • 13 September 2026
Dasuki Skate seniman jalanan dan mantan atlet paralimpiade di Kuala Lumpur

Dasuki Skate seniman jalanan dan mantan atlet paralimpiade di Kuala Lumpur

Pagi hari di Kuala Lumpur dimulai dalam kesunyian bagi Dasuki Johari, seorang pria berusia 58 tahun yang menghabiskan hari-harinya di atas kursi roda bermotor yang juga berfungsi sebagai tempat tidur di sebuah kamar sempit. Tanpa sapaan selamat pagi atau obrolan ringan dengan rekan kerja, ia memulai rutinitas harian dengan menempuh perjalanan selama 10 menit menuju kawasan Jalan Tuanku Abdul Rahman, tepat di seberang pusat perbelanjaan Sogo.

Sesampainya di trotoar yang menjadi tempat kerjanya, ia memasang payung di bagian belakang kursi roda, lalu merayap ke atas trotoar untuk merapikan perlengkapan melukisnya yang meliputi kotak amal, pengeras suara portabel, serta papan luncur atau skateboard yang ia fungsikan sebagai meja kerja. Berdasarkan pengamatan awak media, alunan musik rock lambat selalu menemaninya setiap hari untuk membangkitkan "rasa" sebelum ia mulai menggoreskan pensil arang di atas kertas.

Berdasarkan laporan media, kehidupan Dasuki tidak selalu sesepi saat ini karena ia pernah mencatatkan prestasi membanggakan sebagai atlet para-ski air dan berhasil menyumbangkan medali perunggu bagi Singapura pada ajang World Disabled Water Ski Championships di Australia pada tahun 1995. Namun, ketakutan yang mendalam terhadap pesawat terbang membuat karier olahragawannya terhenti lebih cepat, yang kemudian mendorongnya untuk meninggalkan pekerjaan dan keluarganya demi mencari petualangan baru di Malaysia pada tahun 1998.

Selama hampir tiga dekade merantau di Malaysia, Dasuki harus melalui berbagai pengalaman hidup yang keras, mulai dari berpindah-pindah tempat, tidur di masjid-masjid, hingga bekerja serabutan di pulau Langkawi dan Terengganu sebelum akhirnya menetap di Kuala Lumpur sebagai seorang seniman jalanan. "Saya berbohong jika bilang saya bahagia," ungkapnya menggambarkan perjalanan hidup yang penuh dengan liku-liku, kesendirian, serta kenangan masa lalu yang tertinggal di tanah kelahirannya.

Topics
dasuki skate seniman jalanan atlet paralimpiade kuala lumpur kisah inspiratif singapura malaysia
Jurnalis Teknologi & Inovasi

Dwipanji adalah jurnalis yang fokus meliput perkembangan teknologi, inovasi, dan transformasi digital di Jakarta. Lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB), ia memiliki pemahaman teknis yang kuat untuk menyajikan berita teknologi yang akurat dan relevan. Liputannya mencakup startup, kecerdasan buatan, smart city, dan kebijakan digital di Ibu Kota.