Perusahaan infrastruktur kecerdasan buatan Nscale melakukan langkah strategis besar menjelang rencana penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di bursa Wall Street. Nscale secara resmi merekrut mantan petinggi Meta Platforms Inc., Justin Osofsky, untuk menduduki posisi sebagai Chief Operating Officer (COO) baru. Berdasarkan laporan internal, langkah ini diambil untuk mempercepat laju ekspansi bisnis di tengah lonjakan permintaan daya komputasi global.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan pengamatan tim redaksi, bergabungnya Osofsky memperkuat barisan mantan petinggi Meta yang kini memegang kendali penting di tubuh Nscale. Tokoh-tokoh kawakan industri seperti Sheryl Sandberg yang duduk di jajaran dewan komisaris turut berperan dalam menarik talenta top global ke dalam perusahaan. Analis pasar menilai kehadiran para veteran teknologi ini dirancang khusus untuk membangun fondasi korporasi yang matang sebelum resmi melantai di bursa saham New York.
Sebelum memutuskan pindah ke Nscale, Osofsky memiliki rekam jejak panjang selama 18 tahun berkarier di Meta dengan memegang berbagai posisi strategis, di mana jabatan terakhirnya adalah chief partnerships officer. Dalam struktur organisasi yang baru, ia akan bertanggung jawab langsung kepada Chief Executive Officer Josh Payne untuk mengawasi seluruh operasional global perusahaan. Penunjukan ini diharapkan mampu mendongkrak efisiensi operasional seiring ambisi Nscale menghimpun dana segar hingga 3 miliar dolar AS melalui aksi korporasi tersebut.
Sebagai catatan, Nscale yang berbasis di London merupakan salah satu pemain kunci di sektor penyedia infrastruktur pusat data AI atau neo-cloud operator setelah berpisah dari operasi penambangan kripto pada awal 2024. Perusahaan rintisan ini menjalin kemitraan strategis dengan raksasa teknologi seperti Nvidia Corp. dan Microsoft Corp. untuk memenuhi pasokan daya komputasi yang masif. Mengutip laporan dari berbagai sumber keuangan, lonjakan valuasi ini mencerminkan tingginya minat pasar terhadap infrastruktur penunjang kecerdasan buatan.