Dunia pendidikan pesantren kembali mencatatkan langkah progresif dalam memajukan tradisi intelektual anak bangsa. Pondok Pesantren Darunnajah secara resmi menggandeng Rene Turos Group untuk memperkuat ekosistem literasi santri secara menyeluruh, mencakup pengembangan sektor penerbitan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga penguatan karya akademik.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan yang dihimpun, penandatanganan nota kesepahaman atau MoU tersebut dilangsungkan di Jakarta. Kerja sama strategis ini menjadi momentum penting untuk mendongkrak kiprah Universitas Darunnajah Press atau UDN Press agar tidak hanya berfokus pada kebutuhan internal kampus semata.
Ketua Yayasan Darunnajah K.H. Hadiyanto Arief menegaskan bahwa pihaknya memiliki visi besar agar UDN Press mampu bertransformasi menjadi lembaga penerbitan profesional yang menjangkau pasar luas. "Kami tidak ingin UDN Press hanya menjadi penerbit internal kampus. Kami ingin UDN Press tumbuh menjadi penerbit yang profesional, mampu menghasilkan karya berkualitas, dan ke depan memiliki akses untuk masuk ke pasar buku yang lebih luas, bahkan pasar global," ungkap Hadiyanto.
Sebagai langkah konkret, Rene Turos Group dipastikan akan mendampingi penuh proses penguatan kelembagaan UDN Press. Pendampingan tersebut meliputi peningkatan kapasitas sumber daya manusia, program pelatihan intensif, kesempatan magang, hingga penerbitan buku-buku akademik berstandar tinggi.
CEO Rene Turos Group Luqman Hakim Arifin menyoroti pentingnya relevansi produk literasi di tengah dinamika industri penerbitan yang kian kompetitif. Menurutnya, tantangan utama saat ini bukan sekadar memproduksi banyak judul buku, melainkan menghadirkan bacaan yang benar-benar esensial bagi masyarakat.
"Tugas kita adalah bagaimana gagasan-gagasan itu bisa diolah menjadi produk literasi yang relevan, menarik, dan benar-benar dibutuhkan pembaca," ujar Luqman. Ia juga menambahkan bahwa karya literasi yang unggul harus memiliki kedekatan emosional serta karakter yang kuat dengan para pembacanya.
Dari analisis awak media, langkah sinergis ini diyakini mampu menjadi katalisator bagi para santri dan akademisi perguruan tinggi Islam untuk lebih produktif melahirkan karya intelektual. Melalui ekosistem yang terintegrasi mulai dari penyuntingan hingga pemasaran, karya-karya dari lingkungan pesantren diharapkan mampu mewarnai ruang publik serta menjangkau lintas generasi secara luas.