Persija Jakarta sukses mengamankan kemenangan krusial saat menghadapi rival abadi mereka, Persib Bandung, dalam lanjutan pekan kedua Super League 2026/2027. Pertandingan sarat gengsi yang dihelat di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, pada Sabtu (12/9/2026) tersebut berakhir dengan skor tipis 2-1 untuk keunggulan tim tuan rumah.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan jalannya pertandingan, Macan Kemayoran sempat memimpin lebih dulu melalui aksi Alexander Jeremejeff pada menit ke-41. Persib Bandung sempat memberikan perlawanan ketat dan menyamakan kedudukan lewat gol Balsa Sekulic di menit ke-82, sebelum akhirnya Ivan Mamut memastikan kemenangan Persija lewat gol dramatis di penghujung laga, tepatnya pada menit ke-90+5.
Kemenangan dramatis dalam laga bertajuk El Clasico Indonesia ini sontak mengundang perhatian dari berbagai kalangan, termasuk mantan pemain legendaris Persija, Luciano Leandro. Melalui akun Instagram pribadinya, figur yang juga pernah memperkuat PSM Makassar tersebut mengungkapkan bahwa kemenangan atas Maung Bandung memiliki makna yang jauh melampaui raihan tiga poin semata.
Sebagaimana dilaporkan dari akun pribadinya pada Minggu (13/9/2026), Luciano menilai laga tersebut sarat akan kebanggaan, emosi, sejarah, dan identitas klub. "Ada pertandingan yang hanya menghasilkan tiga poin. Namun ada juga pertandingan yang menghasilkan kebanggaan, emosi, sejarah, dan identitas," ungkap Luciano dalam pernyataannya.
Menurut analisis awak media dan pengamatan tim redaksi, tensi tinggi dalam duel klasik ini menuntut para pemain untuk memiliki mentalitas baja di atas lapangan. Hal tersebut senada dengan pandangan Luciano yang menegaskan bahwa pertandingan melawan Persib memerlukan keberanian, kedisiplinan, serta karakter kuat yang akhirnya berhasil ditunjukkan oleh skuad Macan Kemayoran sepanjang 90 menit pertandingan.
"Sebuah pertandingan yang membuat pemain harus memiliki mental, keberanian, disiplin, dan karakter. Persija menunjukkan semuanya," puji Luciano. Ia menambahkan bahwa dari menit pertama hingga peluit akhir berbunyi, anak asuh Persija tampil spartan demi mengamankan kemenangan di hadapan pendukung setia mereka.
Meskipun Persib Bandung memberikan perlawanan yang sangat sengit, lini pertahanan dan konsentrasi skuad ibu kota dinilai mampu terjaga dengan baik. Luciano menyebutkan bahwa Macan Kemayoran tampil efektif dalam memanfaatkan setiap momen krusial untuk menciptakan perbedaan di atas lapangan hijau.
Sebagai seseorang yang pernah merasakan langsung atmosfer panas laga Persija kontra Persib semasa aktif sebagai pemain, Luciano sangat memahami besarnya tekanan psikologis yang dirasakan para penggawa di lapangan. Ia bahkan mengenang momen kejayaannya saat turut membawa Persija meraih kemenangan atas Persib dengan skor 3-1 di Stadion Siliwangi pada masa lalu.
"Saya tahu bagaimana tekanan pertandingan ini, bagaimana suara suporter, bagaimana emosi sebelum pertandingan, dan bagaimana setiap duel terasa seperti pertandingan final," kenang Luciano mengisahkan atmosfer sarat gengsi tersebut.
Kemenangan kandang ini tidak hanya mendongkrak posisi Persija di klasemen sementara Super League 2026/2027, tetapi juga mempertegas dominasi mental dalam rivalitas sepak bola terpanas di Indonesia. Dukungan masif dari The Jakmania di SUGBK terbukti menjadi tambahan energi positif bagi para pemain untuk terus menjaga konsistensi di laga-laga berikutnya.