Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil sikap tegas dalam penyaluran subsidi pendidikan demi memastikan keadilan bagi warga yang benar-benar membutuhkan. Sebanyak 26.247 penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus gelombang II tahap I tahun 2026 terpaksa ditangguhkan bantuannya setelah ditemukan indikasi kepemilikan aset mewah.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan resmi, puluhan ribu siswa yang masuk dalam kategori desil 1 hingga 5 tersebut kedapatan terindikasi memiliki mobil pribadi hingga rumah dengan nilai Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) melampaui Rp1 miliar. Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa langkah penangguhan ini diambil guna merespons potensi ketidaktepatan sasaran dalam distribusi anggaran sosial.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa kebijakan evaluasi ini juga merupakan bentuk tindak lanjut atas rekomendasi lembaga pengawas. "Di antaranya adalah memiliki mobil roda empat, kemudian PBB rumah bernilai lebih dari 1 miliar rupiah, terdapat anggota keluarga yang berstatus sebagai ASN," ujarnya saat ditemui di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2026).
Menurut Pramono, pengecekan ulang tersebut dilakukan secara ketat untuk mencegah terjadinya tumpang tindih anggaran bantuan sosial. Mengutip arahan Komisi Pemberantasan Korupsi, pemerintah daerah berkomitmen penuh agar alokasi dana pendidikan benar-benar diterima oleh masyarakat lapisan bawah yang berhak.
Berdasarkan analisis awak media, proses verifikasi mendalam ini tidak serta-merta langsung mencoret status kepesertaan ribuan siswa tersebut. Pramono menegaskan bahwa tim verifikasi telah diterjunkan secara langsung ke lapangan guna memastikan validitas data secara faktual.
"Tetapi dari 26.000 itu tentunya tidak semua punya itu. Bahwa ini kemudian yang akan dilakukan verifikasi dan tim verifikasi sekarang sudah turun untuk mengecek mereka," pungkas politikus senior tersebut seraya memastikan hak warga tidak akan direbut semena-mena.