Kawasan sekitar ibu kota kembali dihebohkan dengan beredarnya sebuah rekaman video unjuk rasa yang memperlihatkan massa aksi di sekitar kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat. Berdasarkan pantauan awak media, video tersebut mendadak viral di berbagai platform media sosial dan memicu perdebatan hangat di kalangan warganet. Banyak pihak, khususnya para pengguna internet, lantas membandingkan perlakuan aparat terhadap kelompok massa tersebut dengan aksi demonstrasi mahasiswa yang sebelumnya sempat tertahan barikade pengamanan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Menanggapi kehebohan yang terjadi di tengah masyarakat, pihak kepolisian pun langsung memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan informasi yang beredar. Menurut penjelasan dari Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, kelompok massa yang diketahui berasal dari Persatuan Barisan Rakyat Indonesia atau PBRI tersebut ternyata tidak pernah melayangkan surat pemberitahuan resmi kepada pihak kepolisian terkait rencana aksi unjuk rasa mereka.
Berdasarkan analisis dari pengamatan tim redaksi, polemic di media sosial kerap muncul akibat narasi potongan video yang tidak utuh tanpa melihat lokasi riil kejadian. Kombes Budi Hermanto juga menegaskan bahwa aksi unjuk rasa tersebut sebenarnya tidak benar-benar dilangsungkan tepat di kawasan ikonik Bundaran HI, melainkan di lokasi yang berbeda yakni di kawasan BBC Indonesia. "Elemen ini tidak pernah mengajukan pemberitahuan, hanya menyebar flyer saja, lokasi di BBC Indonesia," ujar Budi saat dikonfirmasi, Jumat (4/9/2026).
Meskipun aksi unjuk rasa tersebut digelar tanpa adanya prosedur pemberitahuan resmi yang lazim, pihak kepolisian tetap menerjunkan personel untuk melakukan pengamanan di lokasi. Langkah antisipatif ini diambil semata-mata demi menjaga keamanan, ketertiban, serta kelancaran situasi di ibu kota agar tetap kondusif. "Pastinya, karena itu merupakan tugas Kepolisian memberikan pelayanan dalam aksi agar aman, tertib, dan damai," pungkas Budi menutup keterangan resminya.