Para pelaku pasar keuangan bersiap menghadapi potensi langkah tegas dari bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve yang diprediksi bakal menaikkan suku bunga acuan di tengah kekhawatiran atas reli pasar saham.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan ekonomi terbaru, ekspektasi kenaikan suku bunga sebesar seperempat poin persentase meningkat tajam setelah data menunjukkan inflasi konsumen melaju lebih tinggi dari perkiraan pada bulan Agustus lalu.
Mengutip keterangan dari sejumlah pengamat pasar, para investor kini menaruh perhatian penuh pada hasil pertemuan penting bank sentral yang akan diumumkan pekan depan untuk melihat arah kebijakan moneter selanjutnya.
Menurut analisis awak media, lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah serta ketegangan geopolitik yang mendorong kenaikan harga minyak dunia turut menambah tekanan dan kegelisahan di lantai bursa.
Sebagaimana dilaporkan oleh para ahli strategi keuangan, kenaikan suku bunga berpotensi meningkatkan biaya pinjaman bagi konsumen maupun perusahaan serta memperketat persaingan investasi dari sektor obligasi.
Dari pengamatan tim redaksi, volatilitas pasar saat ini mencerminkan tingginya kehati-hatian investor dalam mengantisipasi langkah lanjutan bank sentral demi meredam laju inflasi yang masih berada di atas target.