Di tengah kekhawatiran bahwa kecerdasan buatan atau AI menggerus lapangan kerja kerah putih, CEO Nvidia Jensen Huang justru membawa angin segar bagi masa depan tenaga kerja terampil. Berdasarkan analisis tim redaksi dari laporan yang dirilis, Huang meyakini bahwa gelombang peluang kerja dengan gaji enam digit berikutnya tidak akan ditemukan di ruang kubikal Wall Street, melainkan melalui keahlian tangan seperti perbaikan pipa dan konstruksi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Lonjakan ini didorong oleh ambisi raksasa teknologi yang berlomba-lomba membangun fasilitas pusat data berskala raksasa secara global. Menurut laporan, ekspansi masif ini mengarah pada apa yang disebut sebagai pembangunan infrastruktur terbesar dalam sejarah manusia, yang secara otomatis memicu lonjakan kebutuhan tenaga kerja di lapangan.
Dalam perbincangan dengan CEO BlackRock Larry Fink di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Huang menegaskan bahwa pekerjaan yang berkaitan dengan keahlian pertukangan seperti tukang ledeng, teknisi listrik, pekerja konstruksi, dan buruh baja akan sangat dicari. "Sangat menyenangkan bahwa pekerjaan-pekerjaan ini berkaitan dengan keterampilan dagang, dan kita akan memiliki tukang ledeng serta teknisi listrik," demikian pernyataan Huang dikutip dari laporan media.
Berdasarkan data dari riset McKinsey, sektor konstruksi dan kelistrikan di Amerika Serikat diproyeksikan akan mengalami kekurangan tenaga kerja terlatih secara masif hingga tahun 2030 mendatang. Kebutuhan tersebut mencakup ratusan ribu teknisi listrik, buruh konstruksi, hingga pengawas lapangan, meskipun posisi-posisi tersebut menawarkan penghasilan melimpah tanpa syarat ijazah perguruan tinggi.
Pandangan optimis tersebut turut didukung oleh sejumlah pemimpin industri lain, meskipun beberapa di antaranya menyuarakan peringatan serius mengenai defisit tenaga terampil di sektor biru. Berbeda dengan posisi korporat tradisional yang mulai tertekan oleh otomatisasi, sektor keterampilan manual kini berada di garis depan transformasi ekonomi modern.
Dengan estimasi investasi global yang menembus angka triliunan dolar hingga akhir dekade ini, pasar tenaga kerja global bersiap menghadapi pergeseran besar. Keahlian praktis di bidang teknik dan bangunan kini menjelma menjadi aset paling berharga di era keemasan teknologi kecerdasan buatan.